what is Graphic Design..

adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau
fotografi.Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman,
dan lain-lain.

Ada beberapa tokoh menyatakan pendapatnya tentang desain grafis antara lain :
Menurut Suyanto desain grafis didefinisikan sebagai ” aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri“. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.

Sedangkan Jessica Helfand mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.

Menurut Danton Sihombing desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.

Menurut Michael Kroeger visual communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).
Warren dalam Suyanto memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan
tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual.

Sedangkan Blanchard mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang
berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada
segala permukaan.

Kategori Desain Grafis Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori:
1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.
2. Web Desain: desain untuk halaman web.
3. Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.
4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) : merupakan desain profesional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.
5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.

Program Pengolah Grafis
Oleh karena desain grafis dibagi menjadi beberapa kategori maka sarana untuk mengolah
pun berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan dan tujuan pembuatan karya.

1. Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout)
Program ini sering digunakan untuk keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain yang sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari program lain (seperti Adobe Photoshop).

Yang termasuk dalam kelompok ini
adalah:
– Adobe FrameMaker
– Adobe In Design
– Adobe PageMaker
– Corel Ventura
– Microsoft Publisher
– Quark Xpress

2. Aplikasi Pengolah Vektor/Garis
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam
bentuk vektor/garis sehingga sering disebut sebagai Illustrator Program. Seluruh objek yang
dihasilkan berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus maupun lengkung.
Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
– Adobe Illustrator
– Beneba Canvas
– CorelDraw
– Macromedia Freehand
– Metacreations Expression
– Micrografx Designer

3. Aplikasi Pengolah Pixel/Gambar
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah
gambar/manipulasi foto (photo retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-
program tersebut dianggap sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari beberapa kumpulan pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu. Meskipun begitu, program yang termasuk dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi dianggapa sebagai kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis, setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik.

Yang termasuk dalam aplikasi ini adalah:
– Adobe Photoshop
– Corel Photo Paint
– Macromedia Xres
– Metacreations Painter
– Metacreations Live Picture
– Micrografx Picture Publisher
– Microsoft Photo Editor
– QFX
– Wright Image

4. Aplikasi Pengolah Film/Video
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah film dalam berbagai macam format. Pemberian judul teks (seperti karaoke, teks terjemahan, dll) juga dapat diolah menggunakan program ini. Umumnya, pemberian efek khusus (special effect) seperti suara ledakan, desingan peluru, ombak, dan lain-lain juga dapat dibuat menggunakan aplikasi ini. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:
– Adobe After Effect
– Power Director
– Show Biz DVD
– Ulead Video Studio
– Element Premier
– Easy Media Creator
– Pinnacle Studio Plus
– WinDVD Creater
– Nero Ultra Edition

5. Aplikasi Pengolah Multimedia
Program yang termasuk dalam kelompok ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk Multimedia berisi promosi, profil perusahaan, maupun yang sejenisnya dan dikemas dalam bentuk CD maupun DVD. Multimedia tersebut dapat berisi film/movie, animasi, teks, gambar, dan suara yang dirancan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan lebih interktif dan menarik.
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
– Macromedia Authorware
– Macromedia Director
– Macromedia Flash
– Multimedia Builder
– Ezedia
– Hyper Studio
– Ovation Studio Pro

Layout

Layout adalah penyusunan dari elemen-elemen desain yang berhubungan kedalam
sebuah bidang sehingga membentuk susunan artistik. Hal ini bisa juga disebut manajemen bentuk dan bidang. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan.

Grid System
Sebuah grid diciptakan sebagai solusi terhadap permasalahan penataan elemen-elemen visual dalam sebuah ruang. Grid systems digunakan sebagai perangkat untuk mempermudah menciptakan sebuah komposisi visual. Melalui grid system seorang perancang grafis dapat membuat sebuah sistematika guna menjaga konsistensi dalam
melakukan repetisi dari sebuah kompisisi yang sudah diciptakan. Tujuan utama dari
penggunaan grid systems dalam desain grafis adalah untuk menciptakan suatu rancangan
yang komunikatif dan memuaskan secara estetik.

The Golden Section
Sebelum kita bisa membuat grid, kita memerlukan sebuah halaman untuk meletakkannya. Di bidang seni grafis, proporsi agung menjadi dasar pembuatan ukuran kertas dan prinsip tersebut dapat digunakan untuk menyusun keseimbangan sebuah desain. Proporsi agung sudah ditemukan sejak jaman kuno untuk menghadirkan proporsi yang sangat sempurna dan indah. Membagi sebuah garis dengan perbandingan mendekati rasio 8 : 13 berarti bahwa jika garis yang lebih panjang dibagi dengan garis yang lebih pendek hasilnya akan sama dengan pembagian panjang garis utuh sebelum dipotong dengan garis yang lebih panjang tadi. Proporsi agung juga dikenal dalam istilah deret bilangan fibonacci yaitu deret bilangan yang setiap bilangannya adalah hasil jumlah dari dua bilangan sebelumnya dan di mulai dari nol. Deret bilangan ini memiliki rasio 8 : 13 yaitu rasio proporsi agung. Bilangan ini sering dipakai dalam pengukuran bangunan, arsitektur, karya seni, huruf hingga layout sebuah halaman karena proporsinya yang harmonis. 0 1 1 2 3 5 8 13 21 34 55 89 144 233 377…
Sebuah obyek yang mempunyai proporsi agung mampu sekaligus memuaskan mata dan
tercermin pada benda-benda alam. Ujung daun pakis dan spiral dalam rumah keong adalah contoh yang paling populer.

The symetrical grid
Dalam grid simetris, halaman kanan akan berkebalikan persis seperti bayangan cermin dari halaman kiri. Ini memberikan dua margin yang sama baik margin luar maupun margin dalam. Untuk menjaga proporsi, margin luar memiliki bidang yang lebih lebar. Layout klasik yang dipelopori oleh Jan Tschichold (1902-1974) seorang typographer dari Jerman ini didasari ukuran halaman dengan proporsi 2 : 3.

MEMILIH FORMAT FILE

ada beberapa pilihan untuk menyimpan dokumen tersebut dalam berbagai format
file dan kompresi. Bagi para perancang grafik (graphic designer) pemula, mungkin merasa sulit membedakan antara format yang satu dengan yang lain. Terkadang juga salah dalam memilih format file tersebut, karena masing-masing format file memiliki kelebihan dan kekurangan. Juga memang, masing-masing format file tersebut harus digunakan secara tepat. Sebagai contoh, untuk keperluan web Anda disarankan menggunakan format file jpg, png, maupun gif.

PSD (Photoshop Document)
Format file ini merupakan format asli dokumen Adobe Photoshop. Format ini mampu menyimpan informasi layer dan alpha channel yang terdapat pada sebuah gambar, sehingga suatu saat dapat dibuka dan diedit kembali. Format ini juga mampu menyimpan gambar dalam beberapa mode warna yang disediakan Photoshop. Anda dapat menyimpan dengan format file ini jika ingin mengeditnya kembali.

BMP (Bitmap Image)
Format file ini merupakan format grafis yang fleksibel untuk platform Windows sehingga dapat dibaca oleh program grafis manapun. Format ini mampu menyimpan informasi dengan kualitas tingkat 1 bit samapi 24 bit. Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel serta ada kendala dalam pertukaran platform. Untuk membuat sebuah objek sebagai desktop wallpaper, simpanlah dokumen Anda dengan format file ini. Anda dapat mengkompres format file ini dengan kompresi RLE. Format file ini mampu menyimpan gambar dalam mode warna RGB, Grayscale, Indexed
Color, dan Bitmap.

EPS (Encapsuled Postcript)
Format file ini merupakan format yang sering digunakan untuk keperluan pertukaran
dokumen antar program grafis. Selain itu, format file ini sering pula digunakan ketika ingin mencetak gambar. Keunggulan format file ini menggunakan bahasa postscript sehingga format file ini dikenali oleh hampir semua program persiapan cetak. Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel, sehingga banyak pengguna Adobe Photoshop menggunakan format file ini ketika gambar yang dikerjakan sudah final. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Lab, Duotone, Grayscale, Indexed Color, serta Bitmap. Selain itu format file ini juga mampu menyimpan clipping path.

JPG/JPEG (Joint Photographic Expert Group)
Format file ini mampu mengkompres objek dengan tingkat kualitas sesuai dengan pilihan yang disediakan. Format file sering dimanfaatkan untuk menyimpan gambar yang akan digunakan untuk keperluan halaman web, multimedia, dan publikasi elektronik lainnya. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale. Format file ini juga mampu menyimpan alpha channel, namun karena orientasinya ke publikasi elektronik maka format ini berukuran relatif lebih kecil dibandingkan dengan format file lainnya.

GIF (Graphic Interchange Format)
Format file ini hanya mampu menyimpan dalam 8 bit (hanya mendukung mode warna Grayscale, Bitmap dan Indexed Color). Format file ini merupakan format standar untuk
publikasi elektronik dan internet. Format file mampu menyimpan animasi dua dimensi yang akan dipublikasikan pada internet, desain halaman web dan publikasi elektronik. Format file ini mampu mengkompres dengan ukuran kecil menggunakan kompresi LZW.

TIF (Tagged Image Format File)
Format file ini mampu menyimpan gambar dengan kualitas hingga 32 bit. Format file ini juga dapat digunakan untuk keperluan pertukaran antar platform (PC, Machintosh, dan Silicon Graphic). Format file ini merupakan salah satu format yang dipilih dan sangat disukai oleh para pengguna komputer grafis terutama yang berorientasi pada publikasi (cetak). Hampir semua program yang mampu membaca format file bitmap juga mampu membaca format file TIF.

PCX
Format file ini dikembangkan oleh perusahaan bernama Zoft Cooperation. Format file ini merupakan format yang fleksibel karena hampir semua program dalam PC mampu
membaca gambar dengan format file ini. Format file ini mampu menyimpan informasi bit
depth sebesar 1 hingga 24 bit namun tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, Grayscale, Bitmpa dan Indexed Color.

PDF (Portable Document Format)
Format file ini digunakan oleh Adobe Acrobat, dan dapat digunakan oleh grafik berbasis pixel maupun vektor. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Indexed Color, Lab Color, Grayscale dan Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel. Format file ini sering menggunakan kompresi JPG dan ZIP, kecuali untuk mode warna Bitmap yaitu menggunakan CCIT.

PNG (Portable Network Graphic) Format file ini berfungsi sebagai alternatif lain dari format file GIF. Format file ini digunakan untuk menampilkan objek dalam halaman web. Kelebihan dari format file ini dibandingkan dengan GIF adalah kemampuannya menyimpan file dalam bit depth hingga 24 bit serta mampu menghasilkan latar belakang (background) yang transparan dengan pinggiran yang
halus. Format file ini mampu menyimpan alpha channel.

PIC (Pict)
Format file ini merupakan standar dalam aplikasi grafis dalam Macintosh dan program
pengolah teks dengan kualitas menengah untuk transfer dokumen antar aplikasi. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dengan 1 alpha channel serta
Indexed Color, Grayscale dan Bitmap tanpa alpha channel. Format file ini juga menyediakan pilihan bit antara 16 dan 32 bit dalam mode warna RGB.

TGA (Targa)
Format file ini didesain untuk platform yang menggunakan Targa True Vision Video Board. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dalam 32 bit serta 1 alpha channel, juga Grayscale, Indexed Color, dan RGB dalam 16 atau 24 bit tanpa alpha channel. Format file ini berguna untuk menyimpan dokumen dari hasil render dari program animasi dengan hasil output berupa sequence seperti 3D Studio Max.

IFF (Interchange File Format)
Format file ini umumnya digunakan untuk bekerja dengan Video Toaster dan proses
pertukaran dokumentasi dari dan ke Comodore Amiga System. Format file ini dikenali
hampir semua program grafis yang terdapat dalam PC serta mampu menyimpan gambar
dengan mode warna Bitmap. Format file ini tidak mampu menyimpan alpha channel.

SCT (Scitex Continous Tone)
Format file ini digunakan untuk menyimpan dokumen dengan kualitas tinggi pada komputer Scitex. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale namun tidak mampu menyimpan alpha channel.

PXR (Pixar)
Format file ini khusus untuk pertukaran dokumen dengan Pixar Image Computer. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dan Grayscale dengan 1 alpha
channel.

RAW
Format file ini merupakan format file yang fleksibel untuk pertukaran dokumen antar
aplikasi dan platform. Format file ini mampu menyimpan mode warna RGB, CMYK, dan
Grayscale dengan 1 alpha channel serta mode warna Multichannel, Lab Color dan Duotone tanpa alpha channel.

DCS (Dekstop Color Separation)
Format file ini dikembangkan oleh Quark dan merupakan format standar untuk .eps. Format ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna Multichannel dan CMYK dengan 1 alpha channel dan banyak spot channel. Format file ini mampu menyimpan clipping path dan sering digunakan untuk proses percetakan (publishing). Ketika menyimpan file dalam format ini maka yang akan tersimpan adalah 4 channel dari gambar tersebut dan 1 channel preview.

FORMAT KOMPRESI
Beberapa program terutama yang berorientasi pada publikasi elektronik dan multimedia
selalu memerlukan format file yang berukuran kecil agar ketika dibuka tidak akan lambat. Untuk keperluan tersebut diperlukan kompresi.
Berikut ini format file yang berorientasi publikasi elektronik dan multimedia dengan
kompresinya masing-masing. RLE (Run Length Encoding)
Kompresi ini mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detail. Digunakan oleh Adobe
Photoshop, TIFF dan sebagian besar program yang terdapat dalam Windows.
LZW (Lemple-Zif-Welf) Sama seperti kompresi RLE, kompresi ini juga mampu mengkompres file tanpa menghilangkan detail. Kompresi ini digunakan oleh TIFF, PDF, GIF, dan format yang mendukung bahasa postscript. Kompresi ini sangat baik untuk mengkompres gambar dengan area besar yang menggunakan 1 warna.

JPG (Joint Photographic Experts Group)
Format ini mengkompres file dengan menghilangkan detail. Format file ini sering digunakan oleh JPG, PDF, dan format yang menggunakan bahasa postscript. Kompresi ini sangat baik digunakan untuk gambar dengan continous tone seperti foto.

CCIT
CCIT merupakan singkatan dari bahasa Perancis yang dalam bahasa Inggris disebut
International Telegraph and Telekeyed Consultive Commitee.
Kompresi ini digunakan untuk mengkompres gambar hitam putih, dan mampu
mengkompres file tanpa menghilangkan detailnya. Kompresi ini sering digunakan oleh PDF
dan format lain yang menggunakan bahasa postscript.

CATATAN :

Ketika menyimpan dokumen pada format file yang tidak dapat menyimpan informasi
layer, maka Anda harus mengubah gambar tersebut menjadi flaten image terlebih
dulu.
Format file yang dapat menyimpan mode warna Duotone hanyalah EPS, RAW, dan
PSD. Oleh karena itu, ketika ingin menyimpan dalam format lain maka Anda harus
mengubah mode warnanya terlebih dulu, menjadi RGB bila dokumen tidak ingin
dicetak, karena informasi Duotone-nya akan diuraikan menjadi RGB.
Format file yan dapat menyimpan mode warna Lab Color hanyalah PSD, RAW, TIF,
PDF, dan EPS. Format file yang dapat menyimpan mode warna CMYK hanyalah PSD,
RAW, EPS, TIF, JPG, PDF, dam SCT.
Mode warna Indexed Color dapat menyimpan beberapa format file sesuai seting
indexed color-nya.

Mode warna RGB dapat disimpan pada semua format file yang ada di Adobe
Photoshop.
Format yang direkomendasikan oleh para desainer profesional adalah
o PSD = untuk dokumen yang masih ingin diedit kembali
o EPS = untuk dokumen yang sudah final untuk persiapan cetak
o JPG = untuk cetak dengan kompresi di atas 8 bit dan untuk foto dalam web
dengan kompresi di bawah
o GIF = untuk ilustrasi dan animasi pada halaman web.
o IF = untuk cetak, pertukaran dokumen antar platform serta sequence
animasi

Sumber : Layout, Gavin Amborse & Paul Harris, London 2005
http://id.wikipedia.org/
http://www.aiga.com
http://www.ilmukomputer.com

Iklan

10 fenomena luar angkasa

1. Tabrakan Antar Galaksi

Tabrakan Antar Galaksi

Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasitabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.

Credit: F. Summers/C. Mihos/L. Hemquist

2. Quasar

Quasar

Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.

Credit: NASA-MSFC

3. Materi Gelap (Dark Matter)

Materi Gelap (Dark Matter)

Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.

Credit: Andrey Kravtsov

4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)

Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)

Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.

Credit: Henze/NASA

5. Energi Vakum

Energi Vakum

Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.

Credit: NASA-JSC-ES&IA

6. Mini Black Hole

Mini Black Hole

Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holestersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.

Credit: NASA-MSFC

7. Neutrino

Neutrino

Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.

Credit: Jeff Miller/NSF/U. of Wisconsin-Madison

8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)

Ekstrasolar Planet (Exoplanet)

Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.

Credit: ESO

9. Radiasi Kosmik Latarbelakang

Radiasi Kosmik Latarbelakang

Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).

Credit: NASA/WMAP Science Team

10. Antimateri

Antimateri

Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.

Credit: Penn State U. /NASA-MSFC

Sumber: Space.com
klubsains.com 

Create a Twitter Style Bird Mascot

Hey guys, let’s try this tutorial. 🙂

Using some basic shapes, effects, and gradients I will show you how to create a Twitter mascot for your blog or website. Twitter is a popular free web service for social networking and micro-blogging. You can followVectipsSean Hodge, or Collis Ta’eed on Twitter as well!


Step 1

Create a new document that is 11 inches wide by 8.5 inches tall. Use the Rectangle Tool (M) and create a rectangle that is 3 inches wide by 4.5 inches tall. This will become the mascot body.

Step 1

Step 2

With the rectangle selected, create a Linear Gradient from the Gradient Panel. Change the color of the first swatch on the Gradient Slider (left swatch) to a cyan (I used these CMYK values: C=100, M=0, Y=0, and K=0). Change the second swatch on the Gradient Slider to a darker cyan (C=100, M=30, Y=0, and K=0). Use the Gradient Tool (G) to adjust the gradient by clicking at the top of the shape and dragging to the bottom, so the dark color is at the bottom.

Step 2

Step 3

Go to Filter > Stylize > Round Corners to bring up the Round Corners dialog. Change the Radius to 1.5 inches.

Step 3

Step 4

Go to Effect > Distort & Transform > Free Distort to bring up the Free Distort dialog. Select and drag the bottom left anchor in the dialog slightly to the right. Next, select and drag the bottom right anchor point slightly to the left. The desired effect is to have the body shape slightly tapered at the bottom. Once the body shape is to your liking, go to Object > Expand.

Step 4

Step 5

With the Pen Tool (P), draw a shape for the feathers at the top of the character. Change the color of the hair to 100% Cyan.

Step 5

Step 6

Select the body and feathers. Then Copy (Command + C) and Paste it in Front (Command + F). With the new copy, scale and squish the objects so the copied feathers and body are roughly half the size of the original. Place the copies in the middle and close to the bottom of the original. Next change the color of the copied feathers to a 60% Cyan. Change the first swatch of the copied body gradient to a 60% Cyan and the second swatch to a 100% Cyan.

Step 6

Step 7

Now it is time to create the wings. Draw a 3 inch wide by 1 inch tall ellipse with the Ellipse Tool (L). Create a Linear Gradient from the Gradient Panel and use the same swatches as the main body gradient. Adjust the gradient as before, keeping the darker swatch on the bottom of the ellipse.

Step 7

Step 8

With the ellipse selected, go to Effect > Warp > Arch to bring up the Warp Options. Change the Bend to -50. Then Expand the effect.

Step 8

Step 9

Go to Effect > Distort & Transform > Transform to bring up the Transform dialog. In the dialog change the Horizontal and Vertical to 90% in the Scale section, the Horizontal to .25 inches and the Vertical to .125 inches in the Move section, the Rotate Angle to 30, the copies to 2, and select the middle right box of the 9-Point Proxy (the box with nine points above the Random check box). Also, Expand the Transform when you’re done (important for when you further edit the wings).

Step 9

Step 10

Rotate the wings slightly and place the wings halfway down to the left of the bird body. Copy (Command + C) the wings and Paste it in Front (Command + F). With the new copy, select Flip Horizontal from the pop-up menu of the Transform Panel.

Step 10

Step 11

Select the main body shape, Copy (Command + C), and Paste it in Back (Command + B). With the copied shape still selected, scale down the shape to about an eighth of it’s original size. Place the shape below the bottom of the main body so half of the copied shape is covered by the body and the other half isn’t. This becomes the top part of the bird’s legs. With the Selection Tool (V), select the top leg and hold down Alt while dragging to copy another leg shape. Change the left swatch on the gradient of the leg shapes to a dark blue (C=100, M=50, Y=0, and K=0).

Step 11

Step 12

Draw a simple foot shape with the Pen Tool (P). Create a Linear Gradient and change the left swatch to a yellowish orange (C=0, M=15, Y=85, and K=0) and the right swatch to a orange color (C=0, M=35, Y=85, and K=0). Adjust the gradient so the darker color is at the top of the object. Send the foot to the back by going to Object > Arrange > Send To Back. Next, Copy (Command + C) the leg and Paste it in Front (Command + F). With the copy selected, flip it horizontally, and place it under the right top foot object.

Step 12

Step 13

Copy (Command + C) the right wing set and Paste it in Front (Command + F). Scale the copied wings to around half the original size, rotate slightly, and then send them behind the main body artwork to create the tail feathers.

Step 13

Step 14

Draw an ellipse that is .5 inches by .5 inches. Then place it towards the top left of the body. Fill the ellipse with a 65% cyan. Alt + Drag the circle to create a copy. Place the copy on the opposite side of the body.

Step 14

Step 15

Draw an ellipse that is .25 inches by .25 inches and give it a 7 point black stroke with no fill. Use the Direct Selection Tool (A) and click on the lower right side of the ellipse – directly on the path, and press delete on your keyboard. Select the opposite part of the ellipse and delete it. Change the stroke so it has Round Caps from the Stroke Panel. Then use the Selection Tool (V), press the Alt key and drag out a copy to the other side.

Step 15

Step 16

With the Pen Tool (P) draw a shape for the upper beak. Create a Linear Gradient with the same swatches as the feet gradient. Adjust the gradient so the darker swatch is at the bottom of the shape.

Step 16

Step 17

With the Pen Tool (P), create a shape for the lower half of the beak. Create a Linear Gradient and make the first swatch your orange color (C=0, M=35, Y=85, and K=0) and the second swatch a darker orange color (C=0, M=50, Y=100, and K=0). Adjust the gradient so the darker color is at the top of the shape and Send the Shape Behind the top beak shape.

Step 17

Step 18

With the bottom beak shape selected, go to Object > Path > Offset to bring up the Offset dialog. Change the Offset to -.125 inches. Next, change the color of the offset path to a dark brown color (C=0, M=60, Y=100, and K=85). Again, offset this shape but this time change the Offset to -.075 inches. Change the color of this offset to red (C=0, M=100, Y=100, and K=0).

Step 18

Step 19

Our Twitter bird is looking pretty good, but let’s add some little details. First, a little depth behind the beak. Select the bottom part of the beak and Copy (Command + C) and Paste it in Back (Command +B). With the copy selected, use the Selection Tool and stretch the object from the bottom middle anchor point. Change the gradient to match the original body gradient and adjust it so the dark part is at the top of the object.

Step 19

Step 20

With the Pen Tool (P), create a zig-zag like path over the breast of the bird, creating a stylized feather shadow. Change the color of the stroke to 100% cyan with no fill. Then change the point size to 2.

Step 20

Step 21

With the Pen Tool (P) create two arcs next to the biggest and second biggest wings on the left. Make the stroke a 50% cyan color at a 2 point stroke weight. Copy (Command + C) the arcs, Paste in Front (Command + F), and flip the arc copies so they are on the right side as well.

Step 21

Step 22

Draw an ellipse that is 3 inches by 3 inches. Create a Radial gradient with the interior swatch a 35% black and the exterior swatch a white. Squish the ellipse with the Selection Tool (V) about a fourth of its original size and place behind all the artwork.

Step 22

Step 23

The mascot is done! In the next few steps I will explain the talk bubble in the final image. Start by drawing a rectangle that is 5 inches wide by 1.75 inches tall.

Step 23

Step 24

With the rectangle selected, go to Filter > Stylize > Round Corners to bring up the Round Corners dialog. Change the Radius to .375 inches.

Step 24

Step 25

Draw a triangle with the Pen Tool (P) towards the bottom right-hand side of the rectangle. Select the rectangle and the triangle a press the Add To Shape Area Button in the Pathfinder Panel. Then press the Expand button.

Step 25

Step 26

With the new shape selected, create a Linear Blend with the same colors as the beak. Adjust the gradient so the darker color is at the bottom. Give the shape a 3 point dark orange (C=0, M=60, Y=100, and K=0) stroke with a Round Joint. The Round Joint button can be found in the Stroke Panel.

Step 26

Step 27

Next choose some text and a font (I use Helvetica Bold in the illustration). Type what you want over the text bubble and outline the text by going to Type > Create Outlines. Create a Linear Gradient with the first swatch white and the second swatch a 30% yellow. Adjust the gradient so the darker color is at the bottom of the text. Finally, place the bubble behind all the other artwork and your done!

Step 27

Final Image

That was fun! Now you can use your new Twitter mascot on you blog or anywhere you see fit!

Final Image
source : http://vector.tutsplus.com

Membuat “Jubah Siluman”, Mungkinkah?

Alkisah, sebuah legenda Jepang bercerita tentang seorang pemuda yang memiliki mantel ajaib yang dapat membuatnya menghilang tak terlihat. Dengan jubah silumannya, pemuda itu mencuri makanan yang dijual para pedagang dan membuat suasana pasar panik karena orang-orang mengira mereka telah melihat hantu. Namun, muslihat itu tak berlangsung lama. Ketika hujan mulai turun, air yang merembes membuat mantel ajaib itu perlahan-lahan “luntur” sehingga jati diri si pemuda tamak tersebutpun ketahuan.

Kisah “siluman” seperti ini memang tak asing lagi dalam berbagai dongeng. Ide “menghilang” yang diusung selalu terkesan sihir dan bernuansa mistis. Kaum intelektual tentu saja menganggap gagasan “jubah siluman” ini tak lebih dari omong kosong belaka.  Konsep invisible sudah jelas melanggar hukum fisika optik.

Namun siapa sangka, kini “jubah siluman” dapat dijelaskan dengan rasional. Rahasianya adalah penemuan“Metamateri”. Penemuan ini mendorong para ilmuwan merevisi kembali buku fisika optik para pendahulu mereka. Riset besar-besaran dilakukan di laboratorium, milyaran dolar dikucurkan, dan perhatian mediapun turut tersedot. Harapan mulai timbul, Apakah mungkin “siluman” dapat diciptakan lewat fisika?

Fenomena Siluman Ribuan Tahun

Gagasan “Siluman” tak kasat mata merupakan ide yang sudah sangat tua. Bahkan sudah ada sejak awal peradaban. Dalam legenda Yunani kuno, Perseus dapat mengalahkan membunuh pasukan roh jahat pimpinan Medusa setelah mengenakan helm yang dapat membuatnya tampil tak kasat mata. Ide ini bahkan masih disukai hingga sekarang, kaum militer mendambakannya karena mereka ingin menyusup kedaerah musuh tanpa terlihat.

“Siluman” tak hanya hadir dalam dongeng, tetapi juga filsafat. Dalam kisah “Cincin Gyges”, Plato bercerita tentang seorang gembala miskin yang jujur dari desa Gyges menemukan cincin dalam sebuah gua. Ketika mengenakannya, ia langsung memperoleh kesaktian untuk tampil invisible. Tak butuh waktu lama, gembala miskin yang terpengaruh kekuatan cincin ini menyelinap keistana dan membunuh sang Raja. Pelajaran moral yang ingin diberikan Plato adalah, manusia tidak akan tahan dengan godaan kekuasaan. Dan legenda inilah yang menginspirasi Tolkien menulis Trilogi The Lords of the Ring yang terkenal.

Selama berabad-abad, kesaktian “siluman” telah mewarnai berbagai cerita. Mulai dari roh jahat tak kasat mata dalam hikayat kuno, cincin yang dapat membuat pemakainya menghilang dalam kisah The Lord of the Rings, pelindung sihir yang membuat Harry Potter dapat menembus markas musuhnya dengan leluasa hingga mobil futuristik tak kasat mata dalam Film Animasi Megamind .

Menguak Rahasia Cahaya

Apa kata fisika tentang siluman? Mungkinkah fenomena ini dapat diciptakan dengan pendekatan science? Walaupun identik dengan cerita horor, prinsip invisiblesebenarnya sangatlah sederhana.

Sebelum mengubah mahkluk lain menjadi tak kasat mata, mari kita lihat beberapa jenis benda yang memang terlihat invisible, atau dalam bahasa optiknya benda bening. Sifatnya meneruskan seluruh cahaya yang diterimanya sehingga terlihat “tembus pandang”. Benda-benda seperti ini ada disekitar kita. Udara dan air adalah salah satu contohnya.

Jadi, bila “siluman” hanya merupakan salah satu dari fenomena optik, maka langkah paling awal untuk menciptakannya adalah dengan mengenal rahasia cahaya. Sebelum jauh-jauh menyelidiki asal usul siluman, apakah anda tahu, apa yang dimaksud dengan cahaya?

Asal tahu saja, misteri cahaya telah menjadi perdebatan panjang selama berabad-abad. Bahkan seumur hidupnya, ilmuwan besar Newton dan Robert Hooke bertengkar hebat gara-gara hal ini. Dibutuhkan waktu hampir 200 tahun untuk menguak rahasia cahaya. Adalah James Clerk Maxwell yang berhasil melakukannya setelah mengotak-atik eksperimen Faraday tentang medan magnet.

Tersingkapnya jati diri cahaya sebagai gelombang elektromagnet membuka gerbang baru bagi ilmuwan untuk memahami benda transparan. Pada dasarnya, benda-benda padat memiliki kerapatan molekul sangat tinggi sehingga sulit meloloskan cahaya. Sementara benda cair yang lebih renggang jarak antar molekulnya, seperti air dan alkohol akan lebih mudah “tembus pandang”. Wujud gas yang molekul-molekulnya terpisah jauh membuatnya tidak kasat mata karena berhasil meloloskan semua cahaya.

Namun, bukan berarti tak ada harapan bagi benda padat untuk menjadi “siluman”. Rahasia siluman adalah manipulasi cahaya. Cahaya masih dapat lolos dari benda padat yang rapat asalkan atom-atomnya tersusun sedemikian rupa. Kristal dan kaca adalah contohnya. Dalam pembuatan benda seperti ini, suhu di naikkan drastis dalam tekanan tinggi, lalu didinginkan perlahan-lahan sehingga susunan atom-atomnya berubah. Artinya, kunci dari manipulasi cahaya terletak pada level atom.

Antara Siluman Dan Teknologi Nano

Jika benda bening seperti kaca dapat meneruskan seluruh cahaya, dapatkah kita memanipulasi zat lain sedemikian rupa sehingga ia dapat membuat benda yang dibungkusnya juga tembus pandang? Bagaimana logika untuk merancang sebuah jubah Harry Potter yang dapat melindungi pemakainya agar tak terlihat? Inilah perjalanan panjang para ilmuwan untuk merancang zat “siluman” yang diberi nama “metamateri”

Salah satu gagasan untuk melahirkan metamateri adalah dengan cara meminjam teknik Photolithography dalam teknologi semikonduktor. Para insinyur telah lama menanam  sirkuit yang berisi ratusan juta transistor dalam lapisan silikon mini seukuran ibu jari dengan teknik ini. Sirkuit tercanggih yang sanggup dibuat manusia hingga saat ini dapat merekayasan jarak hingga sedekat 30 nm, atau 150 buah atom panjangnya. Karena itu, nyata sekali kunci dariinvisibility adalah teknologi nano, sebuah teknologi terbaru yang memungkinkan kita untuk merekayasa susunan atom.

Siluman Dalam Laboratorium

Pada tahun 2007, untuk pertama kalinya para ilmuwan Jerman dan AS, berhasil menciptakan sosok invisible khusus untuk cahaya merah yang memiliki panjang gelombang hingga 780m. Mereka menggunakan kaca yang dilapisi perak super tipis,magnesium fluoride, dan satu lagi lapisan perak sehingga membentuk “sandwich”magnesium fluoride yang hanya setebal 100nm. Kemudian, mereka melubanginya, sehingga 3 lapis sandwich itu membentuk semacam jaring net dengan lubang-lubang selebar 100nm, jauh lebih kecil daripada panjang gelombang cahaya merah.

Naoki Kawakami dari University of Tokyo menemukan cara lain untuk menyulap seseorang tampil laksana roh halus, yaitu dengan bantuan teknologi hologram. Dengan menempatkan kamera di belakang seseorang, lalu merefleksikan gambarnya dibagian depannya dengan bantuan proyektor akan menimbulkan kesan seolah-olah ia seorang manusia”tembus pandang”. Prosesnya tergolong kamuflase optik. Namun dengan teknik ini ia telah menciptakan model “jubah siluman” , walaupun belum sempurna karena sifatnya masih dua dimensi. Versi 3D-nya masih dalam tahap perancangan karena butuh teknologi tinggi untuk memanipulasi sinar laser untuk menghasilkan hologram disekeliling benda.

Masa Depan “Siluman”

Melihat begitu gencarnya penelitian yang dilakukan, para ilmuwan begitu optimis dapat membuat sebuah jubah siluman hanya dalam hitungan tahun. Tahap pertama akan dibuat untuk benda dua dimensi, selanjutnya kemampuannya ditingkatkan untuk membiaskan cahaya pada benda 3 dimensi. Setelah itu akan dicari cara agar benda dapat disembunyikan bukan hanya terhadap cahaya frekuensi tertentu, tetapi beberapa warna sekaligus. Untuk itu, “jubah siluman’ ini dapat dibuat berlapis-lapis, dimana tiap lapisannya memanipulasi satu macam warna.

Aplikasi teknologi ini sangat menjanjikan. Menurut Dr.Soukolis, dari Univeristy of Iowa, penemuan ini dapat diterapkan untuk membuat lensa beresolusi super, yang bahkan sanggup “memotret” molekul DNA dan bagian dalam sel manusia!. Pengembangan selanjutnya, teknologi ini akan memasuki area photonic chrystalsyaitu perancangan komputer berbasis cahaya. Kedepannya, komputer optik ini akan menggeser komputer silikon dimasa kini karena dapat menyimpan informasi jutaan kali lebih banyak, tanpa perlu mengkhawatirkan processor yang panas. Wah, kita lihat saja bagaimana kelak “siluman“ buatan fisika ini mengubah peradaban manusia?

http://www.yohanessurya.com/news.php?pid=203&id=197

Ramalan Suku Maya di Mata Ilmuwan

Di alam semesta ini, kelahiran dan kematian adalah sebuah misteri. Pernahkah anda bertanya, dari manakah fajar berawal? Kapankah dunia berakhir? Rahasia ini menjadi perdebatan besar di sepanjang zaman. Berbagai skenario versi kepercayaan masing-masing mewarnai perjalanan sejarah. Bukan hanya kaum rohaniwan, para ilmuwan pun tertantang. Manusia terus mencari tahu, kira-kira fenomena apa yang dapat menjadi penyebab kiamat? Apakah virus? Global warming? Atau komet dan asteroid? Tak ayal lagi, topik menarik ini pun menjadi ladang penghasilan para produser di dunia Film.

Dunia baru-baru ini dihebohkan dengan fenomena seputar ramalan suku maya bahwa dunia akan kiamat tepat pada tanggal 21 desember 2012. Pada hari tersebut, menurut khalayak yang mempercayai ramalan ini, akan terjadi fenomena astronomis yang tak biasa, sebuah planet X akan melintas di tata surya , sehingga mengakibatkan gangguan geomagnetic yang mengancam bumi. Tentu saja bagi dunia sains, ini tak lebih dari sekedar teori konyol semata.

Tak Pernah Prediksi hari Kiamat

Sebelum kita lanjutkan, sangat penting untuk menggarisbawahi bahwa kalender Amerika tengah yang digunakan oleh beberapa suku, termasuk suku maya ini tak pernah memprediksi hari kiamat. Semua yang anda lihat pada Film 2012 hanyalah imajinasi fiksi ilmiah semata.

Ada baiknya kita mengenal peradaban kuno ini lebih dekat. Peradaban maya lahir pada tahun 250-900 Masehi, berlokasi di Meksiko, Guatemala, El Savador dan Honduras. Para arkeolog mempelajari kebudayaan yang spektakuler ini sebenarnya sanggup menerjemahkan sebagian besar kalender mereka. Namun, tetap saja ada misteri yang tersisa.  Masih ada kalender yang mengundang kontroversi. Apa masalahnya?

Pada umumnya, kalender suku maya hanya berdurasi 52 tahun, sesuai dengan rata-rata perkiraan umur seorang manusia.  Kalender ini merupakan kalender lingkaran yang digunakan satu generasi. Namun, bagaimana bila mereka ingin menghitung durasi waktu yang lebih panjang?

Karena itulah, untuk mendokumentasikan masa lalu dan masa depan suku maya menggunakan kalender Long Count. Dimanakah letak kontroversinya?

Hanya Sebuah Kebetulan Numerik

Suku yang eksotik ini menggunakan kecerdasan yang luar biasa, bermula dari kalender yang pendek, mereka merancang kalender long count yang lebih panjang. Kalender ini merupakan kalender yang dapat diprediksi secara numerik, bukan kalender yang berbasis  pengukuran waktu yang kuno.

Sebagai konsekuensi dari nilai numerik long count, banyak para peneliti maya setuju bahwa kalender tersebut akan “habis” setelah 5.126 tahun (setidaknya dalam siklus pertama ). Kalender maya di dimulai dari tahun 3114 sebelum masehi. Dari sinilah di dapatkan bahwa kalender akan berakhir pada tanggal 21 desember 2012. Menurut anda, dengan berakhirnya angka di kalender, apakah itu berarti dunia juga akan berakhir?

Mengapa Bukan 12 Desember 2012?

>>Korelasi Kalender

Masalah besar dalam mempelajari kalender kuno muncul ketika kita mencoba menghubungkan waktu mereka dengan kalender modern kita. Para arkeolog juga perlu  memperhatikan event besar di suku Maya seperti perang atau upacara keagamaan. Semua itu perlu diterjemahkan ke dalam tahun bulan dan hari.

Untuk melakukannya, para peneliti suku Maya menggunakan faktor korelasi yang di yakini paling tepat, yakni konstanta GMT. Istilah GMT ini diperoleh dari nama belakang dari arkeolog : Joseph Goodman, Juan Martinez-Hernandez dan J. Eric S.Thompson.

Suku maya memiliki para astronom cerdas yang menyimpan setiap catatan pergerakan benda langit dengan hati-hati. Mereka mendokumentasikan fase bulan, gerhana dan bahkan melacak jejak pergerakan venus. Faktanya, siklus venus merupakan unsur terpenting dalam kalender maya. Mereka merekam setiap fenomena astronomis tersebut dengan akurat.

>>Venus Atau Meteor?

Walaupun GMT menggunakan beberpa sumber daya astronomis dan arkeologis dan histories sebagai bukti korelasi kalender long count dengan kalender modern, Aldana menolak kekuratan bukti astronomis yang di interpretasikan dari artefak dan tulisan maya kuno.

Salah satu kunci yang dideskripsikan Aldana adalah perdebatan sengit antar versi penanggalan yang ditentukan oleh kepala suku Dos pilas, yang berlokasi di Guatemala. Kepala suku Balaj Chan K’awiil memilih tanggal ini berdasarkan kehadiran Chak Ek di langit. Menurut Johan Normak , peneliti dari Stockholm University, Chak Elk ini dipercaya sebagia planet Venus. Namuun menurut versi Aldana, Chak Elk diyakini sebagai meteor.

Dalam hal ini, korelasi dua kalender ini menjadi tidak cocok. Jika ada sebuah peristiwa yang diasumsikan sebagai terbitnya planet venus, namun sebenarnya itu adalah sebuah meteor, kekacauan perhitungan kalender akan terjadi. Selisih penanggalan ini bisa mencapai 60 hari. Wah…wah..

Namun diatas segalanya, jika sains berhasil membuktikan bahwa dunia belum berakhir, semua ini akan berpengaruh buruk pada bisnis bila anda memiliki buku-buku dan fillm tentang kiamat yang harus dijual.

http://news.discovery.com/space/the-2012-mayan-calendar-doomsday-date-might-be-wrong.html

http://www.yohanessurya.com/news.php?pid=203&id=177

geotoolbar

Arsip