mama aku ingin pakai baju bidadari

Pagi yang cerah itu entah kenapa tidak sama dengan kondisi hatiku saat ini, yah tampak kontradiksi memang ketika aku mengucapkan hal yang berbeda dengan keadaan aslinya, aku seorang siswi SMA kelas XI yang tengah memperjuangkan cita-citaku di daerah kabupaten bekasi. Pagi itu aku berangkat menuju sekolah dengan perasaan tak biasa..yah..tak biasa padahal suasana di lingkungan rumah seperti pagi biasa..

segera kuacuhkan perasaan yang tak jelas itu, bergegas ku ke sekolah untuk cepat-cepat merenggut mimpi-mimpiku, “ugh lamunan tadi berhasil membunuh waktu ku selama 10 menit, bisa-bisa terlambat ke sekolah nih”,, tapi untungnya jalan menuju sekolah ku tidak macet seperti jalan-jalan di jakarta..

selepas pulang sekolah aku segera bergegas untuk menemui adikku tersayang untuk segera mendapatkan cintaku yang telah luber untuk segera dituangkan padanya, ketika tiba di rumah sakit aku segera menuju ruang ICU (Intensive Care Unit), yah… adiku koma’..

sudah sekitar 2 hari masuk ruang itu, aku sebagai kakak yang lebih sering bermain dengannya tentu merasakan hal yang sangat berbeda dari hari sebelum adiku jatuh sakit, kini ku lebih sering kesepian, kini ku lebih sering melamun, ah,,, rasanya tidak enak..

aku sudah masuk ruangannya, ternyata disana tampak wajah mama yang sedang pilu,, terlihat dari raut wajahnya tak sesegar kemarin-kemarin, ah memang adiku itu.. adik yang bagai matahari yang menyinari dunia, keceriannya selalu menularkan semangat pada orang-orang rumah padahal dia baru berusia 5 tahun. ketika aku tepat berada disamping mama, tiba-tiba dia menggerak gerakan tangannya, berusaha untuk membuka mata dan berusaha mengucap beberapa kata, mungkin melakukan hal itu adalah hal biasa bagi manusia sehat, tapi ini adiku.. lihat.. !

seketika aku dan mama diliputi perasaan bahagia, rupanya itu merupakan tanda baik.

mamaku segera memencet tombol darurat dan segera memanggil suster untuk mendapat kan perlakuan selanjutnya…

keesokan harinya sungguh tidak bisa dipercaya, adiku sudah dapat izin dari dokter untuk dapat pulang kerumah, namun masih butuh beberapa perawatan dan diharapkan agar tidak melakukan kegiatan yang melakukan pergerakan lebih.

kebetulan hari ini adalah hari sabtu, aku libur sekolah, aku tahu adiku tidak boleh banyak bergerak dulu, tapi aku tetap mengajaknya bermain, yah walaupun dengan tidak menggunakan fisik berlebih. tapi aku senang dapat bermain dengan nya lagi..

suatu ketika, adikku tiba-tiba rewel ingin dibelikan baju seperti bidadari yang memiliki sayap, kerewelannya membuat seisi rumah bingung. yah pada waktu itu, mama hanya dapat bilang, iya nanti ya kita beli baju cantik itu..

mama terus merbuatnya tenang, yap mama berhasil….

“mama beli sekarang ya, nanti malam aku mau cepet-cepet pakai bajunya”, mamaku hanya bilang iya..

dan malampun tiba..

tiba-tiba keisengan ku muncul, aku berniat untuk segera bercanda dengan adikku tapi ketika aku memasuki kamarnya, dia tampak cantik dengan manis ketika itu, aku tidak tega membangunkannya, alhasil aku kembali ke kamarku…

beberapa menit kemudian, mama bergerk menuju kamar adiku untuk memberikannya obat, tapi dia susah dibangunkan. mama bingung, tak biasanya dia susah dibangunkan, mama berusaha membuatnya bangun tapi tak berhasi, tiba-tiba mama merasa panik dan segera memanggilku, akupun tak berhasil membangunkannya..

aku yang tak sengaja menatap wajah mamah, pada kedua matanya yang indah terdapat buliran hangat yang berjalan mengikuti aliran tak beraturan hingga akhirnya jatuh ke bajunya. mama menangis…

aku mencoba menenangkan mama, dan kamipun mematung..

…..,…

beberapa frame yang terekam oleh kedua bola matalu dari kejadian tadi sore terlihat sebentar sebentar di depan kedua bola mataku, dan entah kenapa yang keluar adalah perkataan adiku yang ingin sekali malam ini mengenakan pakaian bidadari..

dengan tidak sengaja air mata ini seolah tak tahan berlama-lama di atas mata ku, segera setelah aku mengingat kejadian tadi sore, ku kecup adiku dengan pennuuuhh rasa cinta yang teramat dalam.

Innalillahi wa’innailaihi roji’un…

****

ini merupakan cerpen yang di adopsi dari kisah nyata seorang anak kecil yang berusia 5 tahun dan beberapa jam bebelum kematiannya dia sudah memberi tahu kepada keluarganya untuk siap2 nanti malam dengan perkataannya “mama aku ingin pakai pakaian bidadari nanti malam”

serita diatas tidak sama dengan kejadian asli, hanya mengambil beberapa kejadian dan selanjutnya dikembangkan menjadi kisah sederhana,

mohon maaf atas segala kekurangan baik dalam terutama penyampaian diksi nya

semoga dapat mengambil ibrohnya, terutama dalam mengingat kematian..

saya dan kamu, entah siapa yang akan menemui pencipta kita nanti terlebih dahulu..

oleh : Annisa Sarah

Iklan

4 Komentar (+add yours?)

  1. amal
    Nov 18, 2011 @ 19:48:01

    serius blognya icha banget.. like this
    templatenya bagus cha 😀
    #tulisannya ntar ya dikomennya

    Suka

    Balas

  2. Angel
    Nov 17, 2011 @ 11:42:20

    Dan ia benar-benar menjadi bidadari malam itu…
    Ceritanya mudah ditebak, tp utk aku, karena itu kisah nyata, tetap menyentuh T_T
    Mslh detil & konsistensinya, seperti “mama” & “mamah”, “adiku” harusnya “adikku”.
    Itulah kekuatan kisah nyata, sesederhana apapun akan tetap nyata.
    ^_^
    *afwn telah lancang mengkritik gurunda, hhehe…

    Suka

    Balas

    • rightdestination
      Nov 17, 2011 @ 12:31:48

      iya, angel,, aku bikin jam 11-12 malam hoho,, udah ngantuuuk tapi masih bersemangat belajar nulis hehe..
      aq yang denger kisah nyata itu langsung sedih. hehe… sebenernya ceritanya lebih tragis,, tapi aku gak kuat buat buat semua kejadian aslinya dimasukin hehe..

      makasi ya,, suhu
      hhe

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

geotoolbar

Arsip

%d blogger menyukai ini: